Minggu, 13 Maret 2016

Presiden Jokowi: Boikot Produk Israel

jokowi palestinaJakarta, LiputanIslam.com
— Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerjasama Islam ke-5 resmi ditutup pada tanggal 7 Maret 2015 lalu oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). KTT OKI menghasilkan Deklarasi Jakarta yang poin utamanya adalah menyerukan boikot terhadap produk Israel yang dihasilkan dari daerah pendudukan.
Jokowi berdiri di podium bersama Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Sekretaris Jenderal OKI Iyad Ameen Madani menyampaikan sikap OKI. Menurutnya, kedaulatan Palestina merupakan isu penting bagi Indonesia dan negara anggota OKI yang lainnya. Pasalnya, Palestina merupakan satu-satunya negara peserta OKI dan KAA yang belum merdeka.
’’Deklarasi kemerdekaan Palestina sudah dilakukan pada 1998. Namun, kenyataannya wilayahnya masih dikuasai oleh Israel. Ketegangan di dalam negeri pun masih ada. Karena itu, pimpinan dunia Islam menghasilkan rencana konkrit untuk memerdekakan Palestina,’’ ujarnya, seperti dilansir Jawapos, (7/3/2016).
Jokowi juga mengingatkan kembali seluruh negara anggota OKI tentang tujuan awal pembentukan organisasi tersebut.
’’OKI dibentuk karena adanya kebutuhan mendukung perjuangan Palestina,’’ ujarnya. Karena itu, menurut Jokowi, jika OKI tidak bisa menjadi bagian dari solusi Palestina, maka keberadaan organisasi itu sudah tidak relevan lagi.
Jokowi juga menyebut bahwa Indonesia sejak awal konsisten menentang penjajahan Israel atas Palestina.
’’Bung Karno menegaskan, selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel,’’ ucapnya.
Produk apa sajakah yang harus diboikot?
Sejak tahun 2005, gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) telah meminta masyarakat internasional untuk menekan Israel dari sektor ekonomi sebagai bentuk perlawanan masyarakat sipil terhadap pendudukan,  kolonialisme, dan apartheid Rezim Zionis Israel.
Artinya, diperlukan perubahan pola gaya hidup, untuk konsumen yang biasa menggunakan produk-produk tersebut. BDS telah merekomendasikan setidaknya sepuluh produk, yang wajib diboikot karena memiliki keterlibatan dalam pendanaan guna menjamin eksistensi Israel.
Selain itu, masih banyak produk barang ataupun jasa lainnya yang juga menggunakan teknologi Israel, termasuk iPhone, iPads, MacBook, Skype, firewall komputer, dan Microsoft XP. (ba)

Sabtu, 12 Maret 2016

Presiden Sudan Buka Suara Soal Konflik Palestina dan Israel

Wawancara khusus redaksi Liputan6.com dengan Presiden Sudan Omar Al Bashir di Jakarta, Senin (7/3/2016). (Liputan6.com/Faizal Fanani)
By Farhannisa Nasution,Andreas Gerry Tuwo on 11 Mar 2016 at 18:40 WIB
Liputan6.com, Jakarta - Isu Palestina melatarbelakangi lahirnya Organisasi Kerjasama Islam pada 25 September 1969. Dengan keanggotaan mencapai 56 negara, OKI adalah perserikatan multilateral terbesar setelah PBB.
Namun, pada 2016 ini, setelah 47 tahun berlalu, belum ada solusi konkrit untuk mengakhiri penderitaan rakyat Palestina.
Karena itulah, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa OKI di Jakarta diselenggarakan khusus untuk membahas soal Palestina dan status Kota Suci Yerusalem. Sejumlah kepala negara hadir, salah satunya PresidenSudan, Omar Hassan Ahmad al-Bashir.
Kepada Liputan6.com, salah satu pemimpin terkemuka di Afrika Utara tersebut menegaskan arti penting Palestina bagi negaranya.
Presiden Sudan menuturkan, kondisi di Palestina sudah sangat memprihatinkan, sehingga campur tangan Dunia Islam sangat dibutuhkan.
"Tanah Palestina sekarang masih dijajah oleh Israel. Israel juga menduduki Masjid Al-Aqsa, al-Haram ash-Sharif, itu mengapa kami menganggap isu Palestina mengkhawatirkan," ucap Presiden al-Bashir.
Selain mendorong kepedulian Dunia Islam, Presiden al-Bashir mengatakan, sikap Sudan tak pernah berubah terkait Palestina.
"Posisi kami secara politik kepada Palestina tidak pernah berubah, dengan mendukung hak mereka mendirikan negara yang merdeka secara penuh dan mempunyai ibukota di Yerusalem," papar Presiden al-Bashir.
Selain berbicara soal dukungan kepada Palestina, Presiden al-Bashir turut buka suara mengenai hubungan bilateral antar negaranya dan Indonesia, yang selama ini berlangsung luar biasa.
Presiden Sudan menuturkan, meski terpisah jarak, kedua negara punya banyak kesamaan. Salah satunya, terkait sejarah.
"Indonesia punya pengalaman sejarah terkait lepasnya Timor Timur. Sudan juga pernah mengalami situasi yang sama, saat Sudan Selatan memutuskan berpisah," kata Presiden al-Bashir.
Sudan dan Indonesia, ujar Presiden, bisa bekerjasama untuk menghasilkan keuntungan bagi masyarakat kedua negara.
"Indonesia punya kapabilitas dan punya banyak ahli, Sudan punya sumber daya. Hal ini bisa diintegrasikan menjadi kerjasama yang saling menguntungkan bagi rakyat kedua negara," tegas Presiden al-Bashir.
"Saya juga mengundang pengusaha dari sektor swasta di Indonesia untuk datang ke Sudan dan melihat peluang investasi di Sudan di berbagai bidang," pungkas Al-Bashir.
Saksikan video wawancara khususLiputan6.com dengan Presiden Sudan, Omar Hassan Ahmad al-Bashir berikut ini:
Presiden Sudan Omar Hassan Ahmad al-Bashir hadir dalam KTT Luar Biasa OKI di Jakarta, yang khusus membahas persoalan Palestina dan status Kota Suci Yerusalem

Ducati Buka-bukaan Soal Transfer Jorge Lorenzo

Jorge Lorenzo (AFP PHOTO / JOE KLAMAR)

By Adyaksa Vidi on 12 Mar 2016 at 14:10 WIB
Liputan6.com, Doha - Isu yang menyebutkan Ducati sedang getol mendekati Jorge Lorenzo ditanggapi serius oleh Davide Tardozzi. Koordinator tim pabrikan asal Italia itu membantah Ducati selangkah lagi mendapatkan tanda tangan Lorenzo.

Kontrak Lorenzo bersama Yamahaakan habis pada tahun 2017 mendatang. Namun hingga sekarang belum ada tanda-tanda Yamaha bakal memberikan kontrak baru.


Tak heran spekulasi hengkangnya Lorenzo pun terus mencuat. Apalagi Ducati butuh seorang juara dunia untuk meningkatkan prestasi di MotoGP.

"Kami kecewa karena ada yang menulis Ducati telah mengajukan tawaran pada Lorenzo karena berita itu sama sekali tidak benar. Kami tidak mau berbicara soal rumor," kata Tardozzi seperti dilansir Crash.

"Untuk sekarang konsentrasi kami adalah meningkatkan performa pembalap yang kami punya. Kami akan memberikan motor terbaik, dan mereka akan memberikan kemampuannya," ujar Tardozzi menambahkan.

Lorenzo memang sejak lama dikaitkan dengan Ducati. Apalagi  Manajer Umum Ducati, Paolo Ciabatti pernah menjadi manajer Lorenzo saat menjadi juara dunia kelas 250 cc di Tim Aprillia tahun 2006 dan 2007.

"Sangat bodoh jika kami tidak tertarik dengan Lorenzo, Marc Marquez atau pembalap lain yang hebat, namun tidak sekarang. Saya tahu semua orang akan berbicara satu sama lain pada saatnya nanti," kata Tardozzi.